Vinales Menyesal Tinggalkan Yamaha: “Saya Tidak Lagi Emosional”
Maverick Vinales akhirnya membuka suara soal salah satu keputusan terbesar dalam kariernya di MotoGP — meninggalkan Yamaha secara dramatis di tengah musim 2021. Pembalap asal Spanyol itu mengakui ada penyesalan yang ia rasakan usai perpisahan tersebut.
Perpisahan Dramatis yang Penuh Gejolak
Keputusan Vinales hengkang dari Yamaha bukan sekadar pergantian tim biasa. Proses tersebut berlangsung penuh ketegangan, bahkan terjadi di tengah musim yang sedang berjalan. Vinales, yang bergabung dengan Yamaha sejak 2017, berhasil menorehkan 8 kemenangan dan 24 podium bersama pabrikan garpu tala Jepang itu.
Namun di balik pencapaian tersebut, hubungan keduanya merenggang. Situasi emosional membuat Vinales mengambil langkah yang belakangan ia sesali.
“Ketika saya meninggalkan Yamaha, saya menyesalinya,” ungkap Vinales seperti dikutip dari Motosan.es, Minggu (8/3/2026).
Godaan Finansial vs Beban Mental
Vinales menceritakan bahwa situasi kala itu tidaklah sederhana. Ada tawaran finansial yang sangat menggiurkan dari Aprilia Racing di atas meja. Namun di sisi lain, perubahan lingkungan kerja secara mendadak menjadi tekanan mental yang cukup berat baginya.
Ia menambahkan bahwa keputusan itu memiliki dua sisi yang berbeda. Dari sisi kompetitif, berpindah ke Aprilia mungkin bisa dibenarkan, karena pabrikan asal Italia itu sedang dalam fase pertumbuhan pesat dan mampu membuatnya tetap bersaing di papan atas. Sementara Yamaha sendiri kala itu mulai memasuki periode yang penuh tantangan.
“Jika dilihat dari sisi olahraga, itu mungkin keputusan yang tepat. Saat itu Aprilia sedang tumbuh pesat, sementara Yamaha mulai memasuki periode yang sulit,” jelasnya.
Dari Aprilia ke KTM: Keputusan yang Lebih Tenang
Berbeda dengan kepergiannya dari Yamaha yang penuh drama, Vinales mengaku jauh lebih tenang saat akhirnya meninggalkan Aprilia untuk bergabung dengan proyek ambisius KTM Tech3. Ia menegaskan tidak ada penyesalan dalam perpindahan kali ini.
Perubahan kedewasaan itu tampak jelas dari cara Vinales merefleksikan perjalanan kariernya. Ia mengakui bahwa dirinya kini adalah sosok yang berbeda — lebih matang, lebih sabar, dan lebih mampu mengelola tekanan emosi dalam mengambil keputusan strategis.
Baca Juga: Drone Iran Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln di Tengah Konflik Timur Tengah
Vinales yang Lebih Cerdas dan Matang
Di musim MotoGP 2026, Vinales membawa semangat baru bersama KTM. Baginya, pengalaman panjang berpindah-pindah tim justru mengajarkan hal berharga: bahwa keputusan besar tidak boleh diambil dalam kondisi emosi yang tidak stabil.
“Hari ini saya merasa lebih cerdas dari sebelumnya, terutama tidak terlalu emosional,” tegasnya.
Pernyataan Vinales ini menjadi refleksi penting bagi dunia MotoGP. Karier seorang pembalap tidak hanya diukur dari kecepatan di atas lintasan, tetapi juga dari bagaimana ia mengelola diri di luar sirkuit. Vinales tampaknya telah menemukan ketenangan itu — meski harus melalui jalan yang panjang dan penuh penyesalan.